Minggu, 26 Februari 2012

TRADISIONAL Vs TEKNOLOGI

Semasa kecil dulu, banyak permainan tradisional yang menjadi hiburan kala itu. Dari gambar, kelereng, layang-layang, salib baju, buliling, baju popi, goro(lompat tali) dsb. * Semua itu adalah permainan tradisional di Menado. (Nggak bisa saya translate karena nggak tahu translate nya gimana).
Sungguh sangat menghibur dan tentunya sangat kangen sekali permainan-permainan ini. Sangat berbeda dengan sekarang ini yang permainan anak-anak jaman sekarang sudah lebih canggih : Hulla Hop atau di warnet main game online.

OH, Oh,
Jaman sudah makin berubah, tapi please jangan sampai permainan tradisional tergantikan oleh pengaruh teknologi..


sekian .

xoxo

WHITE LIE


Kenangan masa lalu itu terus mengganggu. Sebagian ada yang menggelitik.
Diantaranya KEBOHONGAN pada orangtuaku.
WHITE LIE begitu kata orang, aku bohong karena tidak ingin membuat mereka khawatir.
Jadi ceritanya, sahabatku ulangtahun. Kami mempersiapkan kue ulang tahun dan pergi ke rumahnya. Setelah acara tiup lilin selesai. Tak tahu dari siapa yang memulai, tiba-tiba saja, ada krim kue nempel di pipiku. Bagai dikomando, aku langsung membalas. Kami mulai lempar-lemparan kue. Pakaian kami kotor oleh kue, namun kejahilan dan kekanakan kami makin menjadi saja. Kali ini dengan sesuatu yang cair. Kami mulai menyiramkan air got pada teman kami yang ulang tahun. Teman kami yang lewat, dan tak tahu apa-apa juga menjadi sasaran kejahilan kami. Dan tanpa kami sadari sudah jam 12 malam. Kami bermaksud mengakhiri perang dengan pergi mandi di pemandian air panas. Akhirnya lengkap, 6 motor ! Tanpa meminta ijin pada orangtuaku, kami langsung saja pergi ke pemandian air panas itu. Lumayan takut ada apa-apa di jalan, dan merasa bersalah sudah membohongi orangtuaku.

Kalo sekarang lebih baik terus terang. Takutnya kalau ada apa-apa, rasa bersalah tambah besar lagi. Dan aku nggak ingin melihat mereka kecewa lagi.


sekian
:)

INSOMNIA


Sudah pagi.tapi langit masih kelam. Emang belum sepenuhnya pagi sih, hehe. Dan saya masih di depan laptop. Jari-jari masih asyik menari-nari diatas keyboard. Akhir-akhir ini suka ga bisa tidur (atau sengaja enggak tidur). whatever lah ya. Toh hasilnya tetap sama. Lingkaran hitam di bawah mata makin kelihatan jelas. Tapi asyiknya itu karena suasana malam hari yang tenang dan teduh. Membuat pikiranku jadi rileks. Kalau kuperpanjang lagi gaya hidup ini lama-lama aku nggak ada bedanya sama kelelawar. hahaha.
Saya tuh bisa tahan nggak tidur semaleman, asalkan ada laptop dengan internet. trus nulis blog. Enggak kerasa, udah pagi.
Jendela kamar sengaja nggak ku tutup biar pas udah pagi bener langsung ngeliat langit biru sama hijaunya pepohonan.
Itulah yang membuat aku bersyukur tinggal di daerah pedesaan. Udaranya masih bersih, langitnya masih biru, ada pemandangan sawah-sawahnya, ada ayam-ayamnya yang jadi weker tiap pagi, ada burung-burung yang udah berkicau pagi-pagi. Benar-benar suasana yang tenang. Jadi termotivasi untuk bangun pagi terus. Soalnya kalo saya ketiduran, bisanya bangun siang-siang. Dan kebisingan yang senantiasa kuhindari, yang membuat semangat ini menghilang harus kuterima sebagai alasan aku bangun siang. What a waste.

itulah pentingnya bangun pagi. Semangat tinggi untuk mengh
adapi hari yang berat dan penuh dengan aktivitas. Dan tidak didapat kalau bangun siang.

:)

sekian.

Tak Seindah Harapan

Dear God,

I asked for a beautiful Fresh Flower

but You gave me cactus

it was ugly and prickly

and then I asked again for some butterflies

Oh .. what a surprised

you gave me worms

which have furs and disgusting

I was Shocked,

Dissapointed,

Sad,

But in a couple days later

Suddenly

I’ve seen the cactus change into flower

the flower was so beautiful with many colors

and that worms

change into butterflies

very beautiful astonishingly

flying freely on springtime

God’s way always the Best

----------------------------------------(http://wilmenlusthomsusanto.wordpress.com/)

Manusia mana yang tidak punya banyak keinginan. Semua punya, termasuk saya. Di wish list itu tertulis banyak keinginan. Saya ingin ke Korea, Saya ingin punya pacar ganteng, Saya pingin punya gadget tercanggih tahun ini, saya pingin punya rumah 1 M, saya pingin blaa..bla..bla..
Kalau dituliskan mungkin blog saya bisa penuh kali :p. Tapi yah, namanya keinginan selalu saja bertambah seiring dengan banyaknya kita melihat orang lain yang lebih dari kita, lihat di media cetak, media elektronik barang yang dipamerkan, atau bisa dilihat dimanapun secara tidak sengaja, namun berhasil membuat kita kepikiran untuk memilikinya.



Kayaknya memang enak ya, mengkhayal mempunyai semua hal yang diinginkan. Tapi ketika kita terbangun dari khayalan tersebut, apa yang kita lakukan. SIGH*
apa yang kita harapkan seringkali tidak sesuai harapan kita. Cuman bikin sakit hati mimpi setinggi langit, ujung-ujungnya juga bakalan sakit hati, stop berharap deh. Gitu curhatan kita seringkali ya..Tapi setelah ngomel-ngomel enggak jelas begitu apa yang kita dapat? TIDAK ADA. Justru kita makin jauh dari keingina tersebut. Lantas kenapa dari sekian keinginan itu tidak ada satupun yang terwujud?
Tuhan itu Maha Adil. Dia memberikan apa yang kita butuhkan bukanlah yang kita inginkan. Sebab seringkali mata kita terhalang oleh hal-hal yang tidak bisa kita jangkau. Namun kita terlanjur berharap lebih kepada hal tersebut sehingga berkat luar biasa tidak dapat dirasakan.
Saya bukan bermaksud menggurui, saya juga berasal dari pemikiran yang sempit tersebut. Namun setelah banyak membaca disana sini juga mendengar banyak kesaksian mengenai Tuhan, saya tersadar untuk melepaskan pola pemikiran yang salah ini. Sebetulnya saya punya banyak berkat, namun saya melihatnya sebagai bencana. Saya terlalu mengharapkan hal yang terlalu tinggi dan diluar kemampuan saya. Bagaimana mungkin saya bisa tahu berjalan kalau saya tidak mau belajar? Sebenarnya jika yang kita lakukan seadanya, mengapa berharap hal yang berlimpah? Jika kita melakukan yang terbaik, pastinya hasilnya juga baik. Tentunya sesuai dengan jalanNya.


:)

berserah padaNya.

Too Old to Knowing the truth

Hidup.
Cinta.
Persahabatan.
Karir.
Pendidikan.

Apa lagi ya? Saya rasa kehidupan saya, masih jauh dari sukses. Begitu tahu itu, saya merasa sudah tuaaa sekali, hehe. Umur 23 tahun, dan saya baru menyadari betapa dulu waktu kuliah masih belum memikirkan arti hidup itu sendiri, termasuk didalamnya masa depan. Jujur, saya iri sekali dengan orang-orang muda yang sudah tahu mau ke arah mana jalan hidupnya. Nah, mereka tinggal men-set jadwal mereka untuk sampe ke sana. Mau susah, mau gampang. Pastinya akan dihadapi apapun resikonya. Dan saya, hmm masih kurang tekun. Saya tahu minat saya ada di ekonomi. Tapi entahlah, masih diam ditempat. Menunggu lebih tua mungkin ya.. haha. (becandaaa..).
Tapi saya bersyukur pada Tuhan, karena penyesalan saya adanya di usia sebegini, dimana saya masih punya kesempatan menata kehidupan saya.


Semoga kalian juga cepat menemukan passion kalian yaa..

xx